Entri Populer

Kamis, 17 Maret 2011

Membina Peradaban Berbasis Masjid

Masjid tidak dapat dipandang sebelah mata dalam proses upaya membangun dan membina ummat. Maka tidak salah bila disebut masjid sebagai central peradaban, dari masjidlah kekuatan ummat dibangun, dari masjidlah sendi-sendi peradaban dibina, begitulah yang Rasulullah SAW, lakukan membina peradaban Madinah melalui Masjid.
Mengingat pentingnya keberadaan masjid, dan perannya bagi ummat dalam membangun peradaban dan tak menutup kemungkinan seperti yang terjadi pada Masa Rasulullah Saw, sebuah pemerintahan Madinah terbina dan menjadi suatu kekuatan yang masif melalui peran Masjid.
Oleh karena itu dalam upaya mewujudkan itu semua, keberadaan masjid dengan segala unsur pendukung eksistensi-nya menjadi sebuah keniscayaan. Tulisan ini bukan sebuah teoritis untuk memgajarkan atau memberikan gambaran bangaimana menyususun kepanitiaan pembangunan masjid, atau menyusun DKM Masjid ataupun Kepengurusan Masjid, tapi merupakan sebuah refleksi dari keberadaan masjid dalam upayanya membangun peradaban ummat.
Masjid tertua di dunia,
Masjid Al-Haram, menjadi titik tolak point kritis dalam membina peradaban dengan upaya sebagi memakmurkan masjid, sebuah gambaran kritis yang dipaparkan oleh Allah SWT. lewat firmannya, dalam QS.(9) At-Taubah:17
”Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.”
Jelas sekali ini sebuah kritikan tajam yang Allah SWT. Hujamkan kepada orang-orang yang ada keinginan memakmurkan masjid namun mereka masih bergelimang dengan praktek-praktek kemusyrikan, kata Allah amal mereka sia-sia, bagaimana mungkin amal yang sia-sia dapat mengokohkan bangunan kekuatan ummat Islam, dari sini kita dapat mengambil satu point bahwa dalam amal usaha dalam upaya membangun peradaban dengan memakmurkan masjid harus memiliki point dasar yaitu pertama, ketauhidan.
Apa itu ketauhidan? Ketauhidan merupakan asas sebuah ikatan setiap sesuatu, yang secara teoritis yaitu mengesakan Allah dalam segala hal, baik amal maupun keyakinan. Itulah yang disebut akidah, menarik kenapa akidah menjadi suatu point penting segala sesuatu, karena ditinjau dari segi bahasanya akidah merupakan sebuah ikatan, ikatan menggambarkan ada sesuatu yang diikat, sesuatu itu sebelum diikat merupakan sesuatu yang tercerai, atau terpisah. Dalam konteknya dengan ummat, keadaan ummat sebelum ia diikat dengan akidah yang kokoh (Qauluts Tsabits) -yaitu keyakinan bahwa Allah swt itu esa dalam segala hal (keyakinan, perkataan dan amal)- mereka masih terpecah belah,rapuh dan centang perenang bag buih dilautan.
Mari kita lihat lagi apa yang Allah swt paparkan kepada kita lewat firman-Nya selanjutnya: QS.9 At-Taubah:18
”Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Dari ayat di atas dapat kita ambil point selanjutnya, tentang bagaimanakah upaya kita membangun peradaban Madinah berbasis masjid, Allah jelaskan bahwa yang menjadi pemakmur-pemakmur masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, iman menjadi landasan utama, kedua, senantiasa mendirikan salat dan menunaikan zakat, ini merupakan manifestasi dari iman yaitu berupa amal nyata realisasi dari keimanan. Salat merupakan sendi dari tegaknya masjid, karena diperintahkannya salat itu berjama’ah di masjid. Dan zakat merupakan bentuk kepedulian sosial sebuah manifestasi dari keimanan.
Ketiga, tidak takut kecuali hanya kepada Allah swt, ini merupakan penegasan bahwa seorang pemakmur masjid Allah harus memiliki kekuatan yang militan dan komitment kepada keimanan dan keislaman, sehingga terlealisasi dalam kehidupan semua nilai-nilai keislaman yang terangkum dalam syariah, masjid menjadi kawah candradimuka menerapan syariah Islam, yang di dalamnya ada orang-orang yang militan dan berkomitmen kepada ”tidak takut kecuali hanya kepada Allah”.
Lalu di manakah kita mencari masjid seperti itu di zaman sekarang ini, namun yang menjadi titik tolak dari mencari masjid seperti itu ialah usaha kita membangun orang-orangnya terlebih dahulu untuk menegakkan masjid yang akan menjadi kawah candradimuka penegakan syariah. Dengan mengimplementasikan tiga poin diatas. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar